Analisis Novel “Saraswati Si Gadis dalam Sunyi” karya AA. Navis

SINOPSIS

 

Saraswati adala gadis remaja yang sedikit berbeda dengan remaja lainnya. Ia bisu dan tuli. Saat itu, ia kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam kecelakaan. Saraswati menjadi anak sebatang kara. Ia pun harus pinda dari Jakarta ke Padang untuk tinggal bersama Angah dan kedua putranya, Busra dan Bisri.
Awalnya, Saraswati yang merasa nyaman bersama mereka, menjadi sangat kesal kepada mereka. Ia diminta untuk mengurus itik, menggmbala kambing, dan tidur di kamar yang terpisah dengan rumah tengah. Ia merasa tidak dihargai sama sekali. Anak-anak di desa juga sering mengganggunya.
Sarswati merasa dipuncak batas sabarannya. Ia pun melakukan pemberontakan kepada keluarga barunya. Ia berhenti melakukan pekerjaannya, yaitu mencuci, memasak, dan mengurus itik dan kambing. Ia juga mencaci maki -dengan caranya sendiri- menunjukkan perbedaan antara kehidupannya di kota dan di desa sekarang.
Setelah pemberontakan itu, Saraswati tak lagi diminta untuk mengurus itik dan menggembala kambing. Ia belajar menjahit dan menyulam. Bahkan ia juga diajari untuk membaca, menulis, dan berbicara. Busra senantiasa membantunya, berbeda dengan Bisri yang sering kali mengganggu dan menjailinya.
Saraswati kembali akrab dengan keluarganya. Bisri menjadi tentara -karena pada saat itu mulai terjadi perang- dan jarang berada di rumah. Pada saat itu, Saraswati dan Bisri mulai menjalin cinta. Ia selalu merindukannya. Suatu ketika, tentara musuh menyerbu rumah mereka. Angah dan Saraswati pergi meninggalkan rumah dan bergabung dengan gerombolan lain mencari tempat yang aman. Busra terpisah dengan mereka pada saat itu.
Saraswati, Angah, dan gerombolannya terus melakukan perjalanan sambil berusaha mempertahankan hidupnya dari serangan musuh. Sayangnya, pada suatu serangan, Angah mati tertembak dengan gerombolan lainnya. Sekali lagi Saraswati menjadi sendiri, ia hanya bisa terus berlari untuk menyelamatkan diri dengah membawa rasa sedih di hatinya.
Saraswati pun akhirnya bisa bertemu dengan gerombolan yang lainnya. Di situ ia bertemu dengan gadis sebayanya bernama Tati. Mereka menjadi sahabat. Sebuah kejutan datang untuk Saraswati, ia bertemu dengan Bisri. Namun, Bisri telah menjadi kekasih Tati. Di saat yang sama, Saraswati kehilangan orang yang dicintainya dan sahabatnya.
Merasa terkhianati, Saraswati pergi meninggalkan mereka dan gerombolannya. Ia pergi sendirian dengan rasa putus asa. Ia merasa sangat tersakiti, ia ingin mati. Di ujung keputusasannya, ia bertemu dengan Busra. Saraswati merasa sangat bahagia, ia kembali menemukan semangat hidupnya. Tak lama kemudian, bala bantuan menemukan mereka dan membawa mereka ke tempat yang aman.
Waktu berlalu. Saraswati menjalani rehabilitasi di Solo, terpisah dengan Busra yang mengembangkan usaha ternaknya di kampung. Sekali ia mendapat kabar dari Busra bahwa Bisri telah lulus kuliah di Jakarta. Mendengar sesuatu tentang Bisri masih menyakitkan hatinya. Semenjak itu, Busra tak pernah lagi menyinggung tentang Bisri kepada Saraswati.
Busra memberikan kabar bahwa usaha ternaknya sudah cukup sukses. Saraswati juga memberikan kabar kepadanya bahwa ia akan pulang ke kampung dan hidup dengannya. Busra memberikan balasan bahwa ia akan datang menjemutnya.

 

Download analisisnya di bawah ini 🙂
Cover Kata Pengantar & Daftar Isi <a href="http://nurchorimah le viagra d.blogs.uny.ac.id/wp-content/uploads/sites/2978/2016/05/BAB-I-II-III-daftar-pustaka.pdf”>BAB I, II, III daftar pustaka

 

P.S.

Kalau ingin dipost di blog atau media lain harap izin 🙂

semoga bermanfaat ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

85 + = 86