Archive for January 9, 2016

Meningkatkan Pemahaman dengan Teknik 5R

Pemahaman sangatlah penting dalam proses pembelajaran. Untuk dapat mengerti dan menerapkan suatu teori atau pembelajaran, seseorang harus benar-benar paham terhadap teori atau pembelajaran tersebut. Selain itu, pemahaman juga dapat membantu kita dalam mengingat suatu materi dalam jangka panjang.

Setiap orang pastinya memiliki kemampuan untuk memahami sesuatu yang berberda-beda. Kecepatan seseorang untuk memahami suatu hal dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Menurut Prof. Dr. Sudaryanto faktor-faktor tersebut antara lain  usia, pengalaman, intelegensia,  pendidikan, lingkungan, sosial budaya dan ekonomi.

Bagi orang-orang yang mempunyai kemampuan pemahaman rendah akan mengalami kesulitan untuk mengikuti pembelajaran. Semakin lama ia akan makin tertinggal dan akhirnya menyebabkan prestasinya menjadi jelek. Meningkatkan pemahaman sangat diperlukan untuk itu. Tidak hanya bagi mereka yang memiliki kemampuan pemahaman rendah, akan tetapi juga bagi mereka yang berkemampuan sedang atau tinggi. Mereka yang berkemampuan sedang atau tinggi akan semakin mengerti dan paham sehingga prestasi mereka juga akan semakin baik.

Universitas Cornell menerapkan suatu sistem yang dapat membantu meningkatkan pemahaman seseorang akan suatu hal, khususnya dalam proses belajar mengajar / pembelajaran. Sistem tersebut dikenal dengan nama sistem 5R, yaitu record (rekam), reduce (ringkas), recite (daras), reflect (renung), dan review (periksa). (Dwi Hanti Rahayu & Tadkiroatun Musfiroh : 2004)

Teknik 5 R ini mengajarkan bagaimana kita bisa membuat catatan yang baik dan efisien. Teknik ini cukup mudah untuk diterapkan bagi siswa maupun mahasiswa, bahkan kalangan umum sekalipun. Teknik 5R dapat diterapkan dalam banyak hal, seperti proses pembelajaran,  kuliah, seminar, wawancara, dan lain-lain.

Bahan utama untuk menerapkan teknik 5R ini yaitu bahan simakan atau materi dan alat tulis, ditambah dengan konsentrasi. Bahan simakan atau materi berupa hal yang akan disimak dan dicatat. Apabila dalam proses pembelajaran misalnya pada saat kuliah, berarti bahan simakannya adalah materi yang akan disampaikan oleh dosen. Alat tulis yang diperlukan berupa kertas yang dibagi menjadi dua bagian (besar dan kecil) dan pulpen. Hal lain yang diperlukan adalah konsentrasi. Kita harus memperhatikan dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan sehingga kita dapat mencatat poin-poin penting materi yang disampaikan.

Langkah-langkah dalam melakukan teknik 5R yaitu :

  1. Record (rekam)

Record atau merekam yakni mendengarkan bahan simakan dan mencatatnya pada kolom besar (kanan) lembar catatan. Hal-hal yang perlu dicatat yaitu fakta-fakta dan gagasan yang penting. Tulis dengan jelas agar paling tidak dapat dipahami oleh diri sendiri. Apa yang ditulis tidak harus dapat dimengerti orang lain.

  1. Reduce (ringkas)

Setelah menyimak  dan menuliskan fakta dan gagasan pada kolom besar (kanan) lembar catatan. Langkah selanjutnya adalah meringkas. Meringkas ini akan memperjelas arti-arti dan hubungan-hubungan, memperkuat kesinambungan, dan memudahkan dalam mengingat. Ringkasan ini berupa kata kunci berbentuk frasa-frasa penting dari fakta atau gagasan yang telah ditulis sebelumnya. Ringkasan ditulis dibagian kolom kecil (kiri) lembar catatan.

  1. Recite (daras)

Dalam tahap ini hal yang harus dilakukan adalah mendaras atau mengatakan dengan kata-kata sendiri apa yang telah diperoleh (fakta dan gagasan) dalam proses menyimak. Tuliskan fakta dan gagasan tersebut dan ditambah dengan penilaian sendiri ataupun pengetahuan dari sumber lain di kertas lain atau di dalam buku catatan. Hal ini dapat membantu agar pengetahuan dan ingatan tentang bahan-bahan yang telah disimak tetap kokoh.

  1. Reflect (renung)

Dengan mempergunakan catatan yang telah dibuat, kita dapat mengadakan renungan-renungan sendiri, mengotak-atik sendiri, sehingga hubungan antara topik yang dicatat menjadi lebih jelas dan erat. Renungan, pendapat, dan pengalaman yang berhubungan dengan salah satu topik simakan dapat ditulis pada kertas atau kartu yang lain untuk disimpan. Untuk mempermudah dalam memilih topik yang akan ditulis, sebelumnya dapat dibuat mind-mapping berdasarkan data dari R3 (recite / daras).

  1. Review (periksa)

Review adalah memeriksa atau meninjau kembali catatan yang telah dibuat. Hal ini sangat penting untuk dilakukan. Dengan membaca kembali catatan yang telah dibuat kita dapat meningkatkan pemahaman dan memperpanjang daya ingat terhadap materi / bahan yang disimak.

(Dwi Hanti Rahayu & Tadkiroatun Musfiroh : 2004)

Dalam penerapannya saat kuliah, tahap yang dilakukan pada saat proses pembelajaran biasanya hanya tahap R1 (record / rekam) dan R2 (reduce / ringkas) saja. Tahap selanjutnya (recite, reflect, dan review) dilakukan di luar proses pembelajaran di kelas sebagai tugas mandiri dari dosen.

Sistem yang dimiliki teknik 5R ini membuat kita secara tidak langsung membaca berulang-ulang materi yang disimak. Hal itu dapat membantu kita memahami ataupun meningkatkan pemahaman kita terhadap materi tersebut. Selain itu, dengan kata kunci yang telah dibuat pada R2 (reduce / ringkas) dapat membuat kita dengan mudah mengingat materi tersebut.

Penelitian tentang penerapan penggunaan teknik 5R pernah dilakukan oleh Nurhidayah, M.Hum salah satu dosen di Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian beliau berjudul “Peningkatan Keterampilan Menyimak Apresiatif dan Kreatif Tayangan Film melalui Teknik Pencatatan 5R (Record, Reduce, Recite, Reflect, And Review)”. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pencatatan 5R terbukti dapat meningkatkan keterampilan menyimak apresiatif dan kreatif terhadap film.

Adapun indikator keberhasilan hasil penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan pemahaman, penikmatan, dan penghargaan terhadap film yang tercermin pada peningkatan kualitas hasil laporan dan pencapaian skor evaluasi dan apresiasi terhadap fim yang disimak. (LITERA, Volume 14, Nomor 2, Oktober 2015)

Dari penelitian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa keberhasilan peningkatan keterampilan menyimak apresiatif dan kreatif tayangan film karena meningkatnya pemahaman mahasiswa dengan menggunakan teknik 5R.

Jadi, teknik 5R (record, reduce, recite, reflect, review) merupakan salah satu metode pencatatan yang dapat membantu meningkatkan pemahaman seseorang terhadap suatu hal. Teknik ini akan sangat berguna apabila diterapkan pada proses pembelajaran, karena secara tidak langsung akan meningkatkan prestasi siswa. Selain itu, sebaiknya teknik ini mulai diterapkan sejak dini karena pemahaman akan pengetahuan yang dimiliki anak akan semakin banyak dan luas.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://kesehatanlingkunganmasyarakat.blogspot.co.id

http://journal.uny.ac.id

Musfiroh, Tadkiroatun & Dwi Hanti Rahayu. 2004. Menyimak Komprehensif dan Kritis. Yogyakarta : UNY

Nurhidayah. 2015. Peningkatan Keterampilan Menyimak Apresiatif dan Kreatif Tayangan Film melalui Teknik Pencatatan 5R (Record, Reduce, Recite, Reflect, And Review). LITERA, Vol. 14, No. 2. http://journal.uny.ac.id. (Diakses pada tanggal 29 Desember 2015)

Jauhkan Gadgetmu saat Tidur

Di zaman yang serba modern ini, gadget bukanlah barang yang asing lagi bagi kita semua. Hampir semua orang memiliki dan menggunakannya, bahkan sebelum tidur. Menurut survei tim medis yayasan kesehatan BMJ Open di Norwegia, terdapat lebih dari 44% pengguna gadget/ponsel yang tidur di dekat gadget/ponsel mereka.

Tidur berdekatan dengan gadget/ponsel adalah hal yang tidak baik bahkan dapat membahayakan diri kita. Kerugian atau bahaya dari tidur di dekat gadget/ponsel antara lain dapat mengganggu tidur (susah tidur/insomnia), meningkatkan risiko penyakit kanker, tumor otak, dan diabetes.

Menurut penelitian yayasan kesehatan BMJ Open, SOL (Sleep Onset Latency) atau lama waktu untuk merasa mengantuk dan tertidur seseorang dapat terganggu karena adanya perangkat elektronik yang memiliki layar pemancar cahaya. Pada gadget atau ponsel, cahaya panjang-pendek yang dihasilkannya dapat menekan produksi hormon “melatonin” yang menyebabkan rasa kantuk. Jika hormon ini hanya sedik berproduksi, maka seseorang akan mengalami susah tidur atau insomnia.

Dampak buruk selanjutnya adalan risiko penyakit kanker. Menurut penelitian yang dilakukan oleh European Journal of Cancer Prevention, radiasi yang titimbulkan oleh gadget/ponsel dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan hingga 17%. Tumor otak juda dapat dipicu oleh radiasi dari gadget/ponsel. Menurut data WHO, radiasi ponsel bersifat karsinogenik yang dapat mempengaruhi terbentuknya neoplasma dari regenerasi sel di otak yang tidak wajar.

Selain itu, pancaran sinar dari gadget/ponsel dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 yang biasanya dialami oleh seseorang yang umurnya di atas 35 tahun. Penelitian dalam Journal Chronobiology International menyatakan bahwa seseorang yang berusia lanjut akan rentan terkena penyakit diabetes tipe 2 apabila mereka menggunakan gadget 4 jam sebelum tidur, dan lebih parahnya jika mereka tidur di dekat gadget tersebut.

Tidur merupakan aktivitas untuk mengistirahatkan semua anggota badan manusia. Maka akan lebih baik jika kita beristirahat sepenuhnya tanpa gangguan. Dan untuk mengurangi risiko penyakit-penyakit yang telah diuraikan di atas, sebaiknya kita tidak tidur didekat gadget/ponsel dan mengurangi penggunaan gadget/ponsel sebelum tidur.

Sweet Poison

You come uninvited,

making your ways through,

destroying all the walls that I made,

cracking all the reasons that I held.

 

You are the reason why I smiled,

you also the reason why I cried,

making me went up and down,

messing me up as you wish.

 

You’re no more than a drugs,

making me feel so high,

then breaking me down,

tear me apart little by little.

 

I’m hurting,

I’m suffering,

it’s painful,

so much that I can’t take it.

 

That’s why viagra a acheter..

I’ll let you go,

I want to break free from this sweet poison,

cuz, all you do is killing me inside..

Upacara Bekakak

Upacara Bekakak adalah upacara penyembelihan sepasang boneka temanten (pengantin Jawa) muda yang terbuat dari tepung ketan. Upacara Bekakak dilaksanakan setiap tahun sekali pada bulan Sapar, hari Jumat antara tanggal 10-20 di daerah Ambarketawang, Gamping, Sleman Yogyakarta. Upacara ini dilaksanakan untuk menghormati awah Kyai dan Nyai Wirasuta yang menjadi abdi dalem Penangsang HB I yang dianggap sebagai cikal bakal penduduk di daerah Gamping.

Ketika pembangunan Kraton Yogyakarta sedang berlangsung, para abdi dalem tinggal di pesanggrahan Ambarketawang kecuali Ki Wirasuta yang memilih tinggal di sebuah gua di Gunung Gamping. Pada bulan purnama, antara tanggal 10 dan 15, pada hari Jumat, terjadi musibah, Gunung Gamping longsor. Ki Wirasuta dan keluarganya tertimpa longsoran dan dinyatakan hilang karena jasadnya tidak ditemukan. Hilangnya Ki Wirasuta dan keluarganya di Gunung Gamping ini menimbulkan keyakinan pada masyarakat sekitar bahwa jiwa dan arwah Ki Wirasuta tetap ada di Gunung Gamping.

Selain itu, penyembelihan bekakak dimaksudkan sebagai bentuk pengorbanan untuk para arwah atau danyang-danyang penunggu Gunung Gamping. Dengan tujuan agar mereka tidak mengambil korban manusia, sekaligus berkenan memberikan keselamatan kepada masyarakat yang menambang batu gamping di sana. Karena kebanyakan masyarakat disana mencari nafkah dengan cara menambang batu.

Dalam pelaksanaan Upacara Bekakak ini terdapat 4 tahapan, yaitu :
1. Tahap Midodareni Bekakak
2. Tahap Kirab
3. Tahap Nyembelih Pengantian Bekakak
4. Tahap Sugengan Ageng

Midodareni Bekakak – Kata “midodareni” bersal dari bahasa Jawa “widodari” yang berarti bidadari. Di sini terkandung makna bahwa pada malam midodareni para bidadari turun dari surga untuk memberi restu pada pengantin bekakak. Tahap upacara ini berlangsung pada malam hari (kamis malam) dimulai ± jam 20.00. Dua buah jali berisi pengantin bekakak dan sebuah jodhang berisi sesaji disertai sepasang suami istri gendruwo dan wewe, semua diberangkatkan ke balai desa Ambarketawang dengan arak-arakan.

Kemudian semua jali dan lain-lain diserahkan kepada Bapak Kepala Desa Ambarketawang. Pada malam midodareni itu, diadakan malam tirakatan seperti hanya pengantin benar-benar, bertempat di pendhopo ataupun diadakan pertunjukan hiburan wayang kulit, uyon-uyon, reyog. Di tempat lain diadakan pula tahlilan yang dilaksanakan oleh bapak-bapak dari kemusuk kemudian dilanjutkan dengan malam tirakatan yang diikuti oleh penduduk sekitar. Di pesanggrahan Ambarketawang juga diadakan tirakatan.

Kirab – Tahap ‘kirab’ pengantin bekakak ini merupakan pawai atau arak-arakan yang membawa jali pengantin bekakak ke tempat penyembelihan. Bersama dengan ini diarak pula rangkaian sesaji sugengan Ageng yang dibawa dari Patran ke pesanggrahan. Juga diarak ke balai desa terlebih dahulu.

Nyembelih Pengantin Bekakak – Apabila arak-arakan telah tiba di Gunung Ambarketawang, maka joli pertama yang berisi sepasang pengantin bekakak, diusung ke arah mulut gua. Kemudian ulama (kaum) memberi syarat agar berhenti dan memanjat doa.

Selesai pembacaan doa, boneka ketan sepasang pengantin itu disembelih dan dipotong-potong dibagikan kepada para pengunjung demikian pula sesaji yang lain. Arak-arakan kemudia dilanjutkan menuju Gunung Kliling untuk mengadakan upacara penyembelihan pengantin bekakak yang kedua dan pembagian potongan bekakak yang kedua kepada para pengunjung. Adapun jodhang yang berisi sajen selamatan dibagikan kepada petugas di tempat penyembelihan terakhir.

Sugengan Ageng – Sugengan Ageng yang dilaksanakan di Pesanggrahan Ambarketawang ini dipimpin oleh Ki Juru Permana pada hari tersebut. Pesanggrahan telah dihiasi janur (tarub) dan sekelilingnya diberi hiasan kain berwarna hijau dan kuning. Sesaji Sugengan Ageng yang dibawa dari patran, berujud jodhang, jali kembang mayang, kelapa gadhing (cengkir), air amerta, bokor tempat sibar-sibar, pusaka-pusaka, dan payung agung telah diatur dengan rapi di tempat masing-masing.

Upacara ini dilaksanakan di Gunung Kliling selesai. Pertama-tama pembakaran kemenyan, lalu dilanjutkan oleh Ki Juru Permana membuka upacara tadi dengan mengikrarkan adanya Sugengan Ageng tersebut, dilanjutkan pembacaan doa dalam bahasa Arab. Setelah selesai maka dilepaskannya sepasang burung merpati putih oleh Ki Juru permana. Pelepasan burung merpati ini disertai tepuk tangan para hadirin yang menyaksikannya. Kemudian dilakukan pembagian sesaji Sugengan Ageng yang berada dalam joli rahmat Allah kepada semua yang hadir, terutama makanan tawonan kegemaran Sultan Hamengku Buwana I.

Sampai saat ini, Upacara Bekakak masih tetap lestari dan dilaksanakan setiap tahunnya. Warga pun tak bosan melihatnya karena pelaksanaannya yang seperti festival dan sangat menarik. Semoga Upacara Bekakak yang merupakan salah satu budaya dan kesenian Indonesia ini akan tetap terus lestari sampai kapan pun.

 

Berikut adalah foto-foto Upacara Bekakak :

SONY DSC

031113-Harian-Jogja-Kirab-Pelangi-Budaya-Bumi-Merapi-00 5529149a6ea834fd3d8b456b  Fest-Upacara-Adat-2015-197-1024x683

statik.tempo.co

<img class="size-medium wp-image-49 aligncenter" src="http://nurchorimah.blogs.uny.ac achat viagra en europe.id/wp-content/uploads/sites/2978/2016/01/bekakak-300×212.jpg” alt=”bekakak” width=”300″ height=”212″ srcset=”http://nurchorimah.blogs.uny.ac.id/wp-content/uploads/sites/2978/2016/01/bekakak-300×212.jpg 300w, http://nurchorimah.blogs.uny.ac.id/wp-content/uploads/sites/2978/2016/01/bekakak.jpg 634w” sizes=”(max-width: 300px) 100vw, 300px” />

 

 

Sumber :

http://sinausejarah1996.blogspot.co.id/2011/10/upacara-tradisi-bekakak.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Ambarketawang,_Gamping,_Sleman

http://blog.ugm.ac.id/2010/10/31/upacara-adat-saparan-bekakak-di-ambarketawang-2/